Jumat, 07 Oktober 2016

Permasalahan dan solusi pendidikan di Sekolah Dasar (SD)

Nama : Amalia Fajri Wijaya
Fakultas/Jurusan : FKIP/PGSD
Sahabat : 7 (Tujuh)
Mentor : Hilda Dhaniartika

Permasalahan dan solusi pendidikan di Sekolah Dasar (SD)

Sesuai dengan berkembangnya zaman, cara belajar seseorang khususnya pada siswa siswi di Sekolah Dasar (SD) sangatlah beragam dan bermacam-macam.  Dari cara belajarnya itulah kita bisa melihat minat dan bakat seseorang karena itu merupakan karakter atau sifat yang dimiliknya yang akan membentuk minat dan bakatnya. Pada bakat dan minatnya seseorang itulah, khusunya pada anak-anak sangatlah meperihatinkan karena guru-guru atau tenanga pengajar di Sekolah Dasar (SD) di negeri ini mendidik anak didiknya atau siswa siswinya agar mendapatkan nilai yang bagus melainkan bukan untuk mewujudkan dan memperdalam minat dan bakatnya. Maka siswa siswi atau anak didik pun menjadi kurang paham dengan apa yang di ajarkan oleh gurunya, hal itu disebabkan karena anak didiknya di wajibkan atau diharuskan kepada siswa siswinya agar mengerti tentang pelajaran yang di beri oleh gurunya.

Maka dari itu solusi yang tepat ialah seharusnya guru-guru di Sekolah Dasar (SD) di masa yang akan datang lebih memfokuskan diri untuk menjadikan atau mengarahkan anak didiknya mengetahui bakat dan minatnya, agar siswa siswi di negeri ini terutama pada anak SD bisa menonjolkan apa yang dia cita-cita kan sesuai dengan apa yang merekan kuasai.

Makalah Bangsa, Negara, Nasionalisme, dan Identitas Nasional

Makalah Bangsa, Negara, Nasionalisme, dan Identitas Nasional

BAB I
PENDAHULUAN

Pada hakekatnya manusia hidup tidak dapat memenuhi kehidupannya sendiri, manusia senantiasa membutuhkan orang lain. Sehingga manusia dikatakan sebagai makhluk sosial. Manusia hidup dalam suatu kelompok yang akan membentuk suatu organisasi yang berusaha mengatur dan mengarahkan tujuan hidup kelompok tersebut. Dimulai dari lingkungan terkecil sampai lingkungan terbesar. Pada mulanya manusia hidup dalam kelompok keluarga. Selanjutnya mereka membentuk kelompok lebih besar lagi seperti suku, masyarakat dan bangsa. Kemudian mereka hidup bernegara. Mereka membentuk suatu negara sebagai suatu persekutuan hidupnya. Negara tersebut dijadikan suatu organisasi yang memiliki cita-cita bersatu hidup dalam daerah tertentu dan mempunyai pemerintahan yang sama.
Negara dan bangsa memiliki pengertian yang berbeda. Apabila negara adalah organisasi kekuasaan dari persekutuan hidup manusia maka bangsa lebih menunjukkan pada persekutuan hidup manusia itu sendiri. Didunia ini masih ada bangsa yang belum bernegara. Demikian orang-orang yang telah bernegara pada mulanya berasal dari banyak bangsa dapat menyatakan dirinya sebagai satu bangsa. Baik bangsa maupun negara memiliki ciri khas yang membedakan bangsa dan negara tersebut dengan bangsa atau negara lain didunia. Ciri khas suatu bangsa merupakan identitas dari bangsa yang bersangkutan. Ciri khas yang dimiliki suatu negara juga merupakan identitas dari negara yang bersangkutan. Identitas-identitas tersebut telah disepakati dan diterima oleh bangsa menjadi indentias nasional bangsa.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. BANGSA INDONESIA
Konsep bangsa memiliki 2 pengertian (Badri Yatim,1999), yaitu bangsa dalam pengertian sosiologis antropologis dan bangsa dalam pengertian politis.
1. Bangsa dalam pengertian sosiologis antropologi adalah persekutuan hidup masyarakat yang berdiri sendiri yang masing-masing anggota persekutuan hidup tersebut merasa satu kesatuan ras, bahasa, agama, dan adat-istiadat.
2. Bangsa dalam pengertian politis adalah suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk pada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi ke luar dan ke dalam ( diikat oleh kekuasaan politik ), yaitu negara.jadi dalam arti politik adalah bangsa yang sudah bernegara dan mengakui serta tunduk pada kekuasaan dari negara yang bersangkutan.
Bangsa adalah persatuan sekelompok besar manusia yang memiliki kesadaran hidup bersama dalam ikatan politik kenegaraan, yang ditimbulkan oleh beberapa faktor persamaan. Proses bersatu dalam kelompok besar manusia yang berbagai suku bangsa dari berbagai pulau di Nusantara yang kemudian diperbesar dengan keturunan asing, merupakan kodrat manusia dalam hidup bersama, berkeinginan yang kuat untuk hidup bersama dan bersatu dalam satu kesatuan sekelompok manusia. Pancasila dalam berbangsa sebagai filsafat hidup bangsa, yang merupakan inspirasi pembentukan bangsa Indonesia yaitu cita-cita yang kuat untuk hidup bersama dalam satu negara.
Unsur-unsur yang merupakan faktor-faktor penting bagi pembentukan dan pembinaan bangsa Indonesia antara lain (menurut Ismuwan,1981) ada 5 faktor yaitu :
1. Persamaan asal keturunan bangsa (etnis), yaitu bangsa indonesia berasal dari rumpun bangsa melayu, yang merupakan bagian dari ras mongoloid dan kemudian diperkaya oleh variasi percampuran darah antar ras.
2. Persamaan pola kebudayaan : terutama cara hidup suatu suku-suku bangsa petani dan pelaut dengan segala adat istiadat dan perantara sosialnya, manifestasi persamaan budaya itu jelas nyata sekarang dalam wujud persamaan bahasa nasional : bahasa Indonesia.
3. Persamaan tempat tinggal yang disebut dengan nama khas Tanah Air, Nusantara, yaitu tanah tumpah darah seluruh bangsa yang merupakan satu kesatuan wilayah laut yang didalamnya terhimpun beribu-ribu pulau.
4. Persamaan nasib kesejahteraannya, baik kejayaan bersama dimasa kerajaan-kerajaan besar zaman bahari Sriwijaya dan Majapahit, maupun penderitaan bersama dikala meringkuk dibawah dominasi penjajah asing.
5. Persamaan cita-cita hidup bersama sebagai kesadaran dari inspirasi kenangan sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat serta membangun negaranya dalam ikatan kesatuan dan persatuan Indonesia.
Dengan uraian diatas maka bangsa indonesia ialah sekelompok besar manusia Indonesia baik asli maupun keturunan asing, yang berbeda-beda dalam bersuku-suku bangsa, berbagai agama dan berbagai aliran politik, yang beraneka ragam yang bersatu untuk hidup bersama sabagai satu kesatuan bangsa besar yaitu bangsa Indonesia.

B. NASIONALISME
Nasionalisme berasal dari kata latin “nation” artinya “bangsa yang dipersatukan karena kelahiran”. Nasionalisme dihubungkan dengan suatu kenyataan objekif sebagai ciri-ciri yang khas, yaitu persamaan bahasa, persamaan ras, persamaan agama, dan persamaan peradaban. Keempat hal ini sebagai faktor-faktor objektif yang paling lazim dikemukakan sebagai terbentuknya suatu nasionalisme. Akan tetapi, bagaimanapun juga nasionalisme tidak dikemukakan semata-mata oleh faktor-faktor objektif tersebut. Hanya dapat dikatakan, faktor-faktor objektif itu membantu mempercepat proses pertumbuhan nasionalisme ke arah perkembangannya dalam pembentukan negara nasional.
Nasionalisme bagi bangsa Indonesia suatu faham yang menyatukan berbagai suku bangsa dan berbagai keturunan bangsa asing dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia. Nasionalisme mempunyai akar-akar yang dalam di masa lampau, kondisi-kondisi yang menyebabkan timbulnya nasionalisme telah matang sebelumnya, dan berkembang di suatu saat tertentu sebagai kesatuan. Aspirasi pertama nasionalisme adalah perjuangan untuk mewujudkan persatuaan nasional dalam bidang politik dan tumbuh berkembang di suatu saat serta bermuara dalam bentuk negara nasional sebagai perwujudan semangat nasionalisme, yang sekaligus mewujudkan identitas nasional.
Paham nasionalisme Indonesia tidak bersifat sempit yang menjurus kepada rasialisme (paham bahwa ras diri sendiri adalah ras yang paling unggul), jingoisme (paham dengan yang terlalu mengagung-agungkan kebesaran dan kekuasaan negeri sendiri), ataupun chauvinisme (sifat patriotik yang berlebih-lebihan). Atau sebaliknya Nasionalisme indonesia tidak bersifat luas tidak terbatas seperti kosmopolitanisme (paham bahwa seseorang tidak perlu mempunyai kewarganegaraan tapi menjadi warga dunia) ataupun internasionalisme (paham antarbangsa). Tetapi Persatuan Indonesia sebagai prinsip dan corak Nasionalisme Indonesia adalah jelas dan tegas, yang disebut Nasionalisme Pancasila, yaitu salah satu bentuk nasionalisme dengan ciri khusus berketuhanan Yang Maha Esa berkemanusiaan yang adil dan beradab persatuaan Indonesia berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan ciri khusus demikian itu, maka Nasionalisme Indonesia merupakan nasionalisme yang menerima bangsa lain menjadi rakyat Indonesia sebagai kesatuan, dan menghargai bangsa lain sebagai sesama Makhluk Tuhan, serta menghargai karya bangsa lain.

C. NEGARA DAN NEGARA INDONESIA
1. Arti Negara
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, negara merupakan organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati rakyatnya, serta merupakan kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang diorganisasi dibawah lembaga politik atau pemerintah yang efektif, mempunyai satu kesatuan politik yang berdaulat sehingga berhak menetukan tujuan nasionalnya. Pengertian pendapat dari para ahli, antara lain sebagai berikut :
a. George Jellineck
Negara ialah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu.
b. Soekarno
Negara adalah organisasi kekuasaan masyarakat yang mempunyai daerah tertentu dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai sovereign
c. Jean Bodine
Negara adalah suatu persekutuan keluarga dengan segala kepentingannya yang dipimpin oleh akal dari suatu kuasa yang berdaulat
d. Miriam Budiarjo
Negara adalah suatu daerah teritorial yang rakyatnya dipimpin oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari rakyatnya ketaatan perundangan melalui penguasaan kontrol dari kekuasaan yang sah.
2. Unsur-unsur Negara
Dari beberapa pendapat mengenai negara tersebut dapat disimpulkan bahwa negara adalah organisasi yang didalamnya harus ada rakyat, wilayah yang permanen, dan pemerintah yang berdaulat. Hal tersebut merupakan unsur-unsur negara. Unsur-unsur negara meliputi :
a. Rakyat, yaitu orang yang bertempat tinggal diwilayah itu, tunduk pada kekuasaan negara, dan mendukung negara yang bersangkutan
b. Wilayah, yaitu daerah yang menjadi kekuasaan negara serta menjadi tempat tinggal bagi rakyat negara. Wilayah negara mencakup wilayah darat, laut, dan udara.
c. Pemerintah yang berdaulat, yaitu adanya penyelenggaraan pemerintahan di negara tersebut. Pemerintah tersebut memiliki kedaulatan baik kedalam maupun keluar. Kedaulatan kedalam berarti negara memilki kekeuasaan untuk ditaati oleh rakyatnya. Kedaulatan keluar artinya negara mampu mempertahankan diri dari serangan negara lain.
Unsur rakyat, wilayah, dan pemerintah yang berkedaulatan merupakan unsur yang konstitutif atau unsur pembentuk yang harus dipenuhi agar terbentuk negara. Selain unsur tersebut adapula unsur pengakuan dari negara lain yaitu merupakan unsur deklaratif. Unsur deklaratif merupakan
unsur yang sifatnya menyatakan bukan unsur yang mutlak.
Sebagai organisasi kekuasaan negara memiliki sifat sebagai berikut :
a. Memaksa : artinya memiliki kekuasaan untuk menyelenggarakan ketertiban dengan memakai kekerasan fisik secara legal.
b. Monopoli : artinya memiliki hak untuk menetapkan tujuan bersama rakyat.
c. Mencakup semua : artinya semua peraturan dan kebijakan negara berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali.
3. Fungsi dan Tujuan Negara
Fungsi negara merupakan gambaran apa yang dilakukan negara untuk mencapai tujuannya. Fungsi negara dapat dikatakan sebagai tugas daripada negara.
Dibawah ini adalah fungsi negara menurut para ahli, antara lain sebagai berikut.
a. John Locke, fungsi negara menjadi tiga fungsi, yaitu:
1) Fungsi Legislatif, untuk membuat peraturan;
2) Fungsi Eksekutif, untuk melaksanakan peraturan;
3) Fungsi federatif, untuk mengurusi urusan luar negeri dan urusan perang dan damai.
b. Montesquieu, fungsi negara menjadi tiga fungsi, yaitu :
1) Fungsi Legislatif, membuat undang-undang;
2) Fungsi Eksekutif, melaksanakan undang-undang;
3) Fungsi Yudikatif, untuk mengawasi agar semua peraturan ditaati, yang populer dengan nama trias Politika.
c. Mirriam Budiardjo
1) Melaksanakan penertiban untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah bentrokan-bentrokan dalam masyarakat.
2) Mengusahakan kesejahteraan dan kemajuan rakyatnya.
3) Pertahanan untuk menjaga kemungkinan serangan dari luar.
4) Menegakkan keadilan melalui badan-badan pengadilan.

Keseluruhan fungsi negara diselenggarakan oleh negara untuk mencapai tujuan negara yang telah ditetapkan bersama. Adapun tujuan suatu negara berbeda-beda. Menurut Thomas Aquino dan Agustinus ialah untuk mencapai penghidupan dan kehidupan aman dan tentram dengan taat kepada dan di bawah pimpinan Tuhan. Pemimpin negara menjalankan kekuasaan negara hanyalah berdasarkan kekuasaan Tuhan yang diberikan kepadanya.
4. Negara Indonesia
Negara kita adalah negara Republik Indonesia Proklamasi 17 Agustus 1945 disingkat negara RI Prolamasi. Dengan momen Proklamasi 17 Agustus 1945 itulah, bangsa Indonesia berhasil mendirikan negara sekaligus menyatakan kepada dunia luar mengenai adanya negara baru, yaitu Indonesia.
Negara Indonesia merdeka yang akan didirikan hendaknya negara yang dapat mengayomi seluruh rakyat tanpa memandang suku, agama, ras, bahasa, daerah, dan golongan-golongan tertentu. Yang diharapkan adalah keinginan hidup bersatu sebagai satu keluarga bangsa karena adanya persamaan nasib, cita-cita, dan karena berasal dalam ikatan wilayah atau wilayah yang sama. Kesadaran demikian yang melahirkan nasionalisme, paham kebangsaan untuk keluar melepas diri dari belenggu penjajah yang telah menciptakan nasib sebagai bangsa yang terjajah, teraniaya dan hidup dalam kemiskinan. Pada tanggal 28 Oktober 1928 para pemuda dari berbagai suku dan budaya di wilayah Nusantara berikrar menyatakan diri dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia.
Hakikat Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kebangsaan modern. Negara kebangsaan modern adalah negara yang pembentukannya didasarkan pada semangat kebangsaan atau nasionalisme yaitu tekad suatu masyarakat untuk membangun masa depan bersama di bawah satu negara yang sama walaupun warga masyarakat tersebut berbeda-beda agama, ras, etnik, atau golongannya.
5. Proses Terjadinya Negara Indonesia
Rangkaian tahap perkembangan proses terbentuknya negara Indonesia digambarkan sesuai dengan keempat alinea dalam pembukaan UUD 1945. Secara teoritis, perkembangan negara Indonesia terjadi sebagai berikut.
a. Terjadinya negara tidak sekedar dimulai dari proklamasi, tetapi adanya pengakuan akan hak setiap bangsa untuk memerdekakan dirinya. Bangsa indonesia memiliki tekad kuat untuk menghapus segala penindasan dan penjajahan suatu bangsa atas bangsa lain (Alinea I Pembukaan UUD 1945 ).
b. Adanya perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan. Perjuangan panjang bangsa Indonesia menghasilkan proklamasi. Proklamasi barulah menghantarkan kepintu gerbang kemerdekaan. Negara yang kita cita-citakan adalah negara yang menuju pada keadaan merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur (Alinea II Pembukaan UUD 1945).
c. Terjadinya negara Indonesia adalah kehendak bersama seluruh bangsa Indonesia, sebagai suatu keinginan luhur bersama. Di samping itu adalah kehendak atas rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Inilah yang membuktikan bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius dan mengakui adanya motivasi spiritual (Alinea III Pembukaan UUD 1945).
d. Negara Indonesia perlu menyusun alat-alat kelengkapan negara meliputi tujuan negara, bentuk negara, sistem pemerintahan negara, UUD negara, dan dasar negara. Dengan demikian, semakin sempurna proses terjadinya negara Indonesia (Alinea IV Pembukaan UUD 1945).
Terjadinya negara Indonesia bukan melalui pendudukan, pemisahan, penggabungan, pemecahan atau penyerahan. Bukti menunjukan bahwa negara Indonesia terbentuk melalui proses perjuangan, yaitu perjuangan melawan penjajahan sehingga berhasil memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Usaha mendirikan negara melalui perjuangan sangat membanggakan diri seluruh rakyat Indonesia. Hal ini berbeda bila bangsa Indonesia mendapatkan kemerdekaan karena diberi oleh bangsa lain.
6. Cita-Cita, Tujuan, dan Visi Negara Indonesia
Bangsa Indonesia bercita-cita mewujudkan negara yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Hal ini sesuai dengan amanat dalam alinea II Pembukaan UUD 1945, yaitu negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Tujuan negara Indonesia terjabar dalan Alinea IV Pembukaan UUD 1945, secara rinci sebagai berikut:
a) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia;
b) Memajukan kesejahteraaan umum;
c) Mencerdaskan kehidupan bangsa;
d) Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Visi bangsa Indonesia adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi serta berdisiplin ( Tap MPR no. VII/MPR/2001).

D. IDENTITAS NASIONAL
Kata identitas berasal dari bahasa inggris identity yang memiliki pengertian harfiah; ciri tanda yang melekat pada seseorang, kelompok, masyarakat bahkan suatu negara. Kata nasional merujuk pada konsep kebangsaan, yaitu pada kelompok-kelompok persekutuan hidup manusia yang lebih besar dari sekedar pengelompokan berdasarkan ras, agama, budaya, bahasa, dan sebagainya.
Faktor-faktor yang diperkirakan menjadi identitas bersama suatu bangsa, yaitu :
1) Primodial
2) Sakral
3) Tokoh
4) Bhineka Tunggal Ika
5) Sejarah
6) Perkembangan ekonomi
7) Kelembagaan (Ramlan Surbakti, 1999)
Bangsa Indonesia yang berada diberbagai pulau di Nusantara adalah bangsa yang bhineka atau bangsa yang majemuk, terdiri atas berbagai suku bangsa atau etnis, bermacam-macam agama, beraneka kebudayaan dan berbagai bahasa daerah yang dimanunggalkan. Semua ini merupakan suatu unsur-unsur pembentukan indentitas nasional Indonesia.

Unsur-unsur Identitas Nasional Indonesia :
1. Suku bangsa
Suku bangsa adalah kesatuan sosial yang dapat dibedakan dari kesatuan sosial lain berdasarkan kesadaran akan indentitas perbedaan kebudayaan. Pembahasan suku bangsa tidak lepas dari kebudayaan dan bahasanya sebagai unsur-unsur pembentuk identias nasional. Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dan kelompok etnis yang bertempat tinggal di berbagai pulau besar maupun kecil, dari Sabang sampai Merauke yang disebut Nusantara. Berbagai suku bangsa ini disatukan atau dimanunggalkan dengan sesanti bhineka tunggal ika, keanekaragaman suku, agama, bahasa, dan berbagai aspek kebudayaan yang lain di Indonesia, akan tetapi tetap bersatu di dalam wadah keIndonesiaan.
2. Agama
Bangsa Indonesia sejak dahulu sampai sekarang termasuk bangsa yang beragama, baik agama Hindu, Budha, Islam, Katolik, maupun Kristen. Di antara kelima agama tersebut, agama Islam merupakan agama yang dianut oleh mayoritas bangsa Indonesia. Indonesia merupakan negara multiagama, maka indonesia dapat dikatakan sebagai negara yang rawan terhadap disintegrasi bangsa. Integrasi bangsa Indonesia adalah kompleks, sebagai identitas nasional Indonesia merujuk satu bangsa yang majemuk (Dede Rosyana dkk, 2003). Semua agama di Indonesia harus menganjurkan umatnya untuk saling menghormati dalam beragama dan bersatu. Indonesia merupakan negara “Theis Democratis” yaitu negara yang berkeTuhanan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi semua agama, sikap terhadap agama melindungi dan menjamin agama-agama yang diberikan kesempatan yang sama.
3. Kebudayaan
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kebudayaan daerah merupakan kerangka dasar yang berintegrasi menuju ke kesatuan kebudayaan bangsa atau kebudayaan nasional, dengan demikian kebudayaan nasional tidak lepas dari kebudayaan daerah. Kebudayaan nasional merupakan identitas kebudayaan Indonesia. Bangsa indonesia telah sepakat menggunakan pancasila sebagai filsafat hidup bangsa indonesia sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila akan menjadi tuntunan dasar dari segenap hidup, sikap, perilaku bangsa Indonesia dalam bermasyarakat, bernegara. Dengan demikian pancasila sebagai dasar tindakan atau jiwa bangsa Indonesia .
4. Bahasa
Bahasa adalah sistem lambang bangsa yang bersifat sewenang-wenang dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran. Di nusantara berbagai ragam bahasa daerah sebagai interaksi antar umat manusia yang mewakili banyaknya suku bangsa. Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Bahasa yang banyak digunakan sebagai alat komunikasi antar suku Indonesia adalah bahasa melayu, tetapi bahasa melayu juga digunakan untuk transaksi perdagangan internasional dikawasan kepulauan Nusantara serta para pedagang Asing.
Kemudian pada tahun 1928 bahasa melayu mengalami perkebangan yang luar biasa dengan nama bahasa Indonesia, melalui peristiwa Sumpah Pemuda Indonesia, para tokoh pemuda dari berbagai latar belakang suku dan kebudayaan menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia.
Beberapa bentuk identitas nasional indonesia adalah sebagai berikut :
a) Bahasa nasional atau bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia
b) Bendera negara yaitu Sang Merah Putih
c) Lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya
d) Lambang negara yaitu Garuda Pancasila
e) Semboyan negara yaitu Bhineka Tunggal Ika, artinya berbeda tetapi tetap satu jua
f) Dasar falsafah negara yaitu Pancasila
g) Konstitusi (Hukam Dasar) yaitu Undang-undang Dasar 1945
h) Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia
i) Konsepsi wawasan nusantara, mengenali diri dan lingkungannya yang serba beragam dan memiliki nilai strategis dengn mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa
j) Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai budaya nasional

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Konsep bangsa memiliki 2 pengertian yaitu bangsa dalam pengertian sosiologis antropologis yang berarti persekutuan hidup masyarakat yang berdiri sendiri, dan pengertian dalam politis yang berarti masyarakat dalam daerah yang sama yang tunduk pada kedaulatan negaranya. 5 faktor penting dalam pembentukan dan pembinaan bangsa Indonesia ; persamaan asal keturunan (etnis), persamaan pola kebudayaan, persamaan tempat tinggal, persamaan nasib kesejahteraan, serta persamaan citi-cita hidup. Maka bangsa Indonesia adalah sekelompok besar manusia Indonesia yang bersatu untuk hidup bersama sebagai suatu kesatuan besar Bangsa Indonesia. Persatuan Indonesia sebagai prinsip dan corak Nasionalisme Indonesia adalah jelas dan tegas disebut dengan Nasionalisme Pancasila.
Dari bebarapa pendapat mengenai negara dapat disimpulkan bahwa negara adalah organisasi yang didalamnya terdapat rakyat, wilayah yang permanen, dan pemerintahan yang berdaulat. Selain itu adapula pengakuan dari negara lain yang bersifat tidak mutlak. Fungsi negara yaitu fungi legeslatif, eksekutif, dan yudikatif. Keseluruhan fungsi dilaksanakan untuk mencapai tujuan negara yang telah ditetapkan bersama. Negara Republik Indonesia proklamasi pada tanggal 17 agustus 1945 merupakan negara kebangsaan modern yang harus mengayomi seluruh rakyatnya. Cita-cita, tujuan, visi negara, serta perkembangan Bangsa Indonesia tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Bangsa Indonesia adalah bangsa majemuk yang dimanunggalkan sehingga suku bangsa, agama, kebudayaan dan bahasa merupakan identitas Nasional Bangsa Indonesia.
B. SARAN
• Sebagai Bangsa Indonesia, seharusnya kita menjunjung tinggi perbedaan yang ada di sekitar kita karena Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, yang terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, kebudayaan serta bahasa yang menjadikan Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kaya.
• Sebagai Bangsa Indonesia, seharusnya kita tidak menjadikan keberagaman yang ada sebagai penyebab keretakan atau perpecahan. Seharusnya keberagaman menjadikan Bangsa Indonesia lebih bersatu dan menghargai satu dengan yang lain.
• Perjuangan Bangsa Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan tidak mudah, sewajarnya kita jaga dan isi kemerdekaan yang ada dengan melaksanakan cita-cita, tujuan, serta visi dari Bangsa Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA
Dede Rosyada (dkk), 2003 : Pendidikan Kewarganegaraan ( Civic education ): Demokrasi, Hak Asasi Manusia, Masyarakat Madani, Prenada Media, Jakarta.
Noor Ms Bakry, 2009 : Pendidikan Kewarganegaraan, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Winarso, 2010 : Pendidikan Kewarganegaraan:Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi, Bumi Aksara, Jakarta.

Rabu, 05 Oktober 2016

Contoh Percakapan Kabaret


Judul Kabaret :
JADILAH DIRI SENDIRI DAN JANGAN SERAKAH

Babak 1
(ketika semua sudah lengkap, maka narator masuk ke panggung dan mulai bercerita)
Narator : alkisah di sebuah hutan terdapat seorang tukang batu yang pemalas, suka mengeluh dan selalu tidak puas dengan dirinya sendiri.

Tukang Batu : aduh… hari ini aku harus bekerja. Pasti nanti capek sekali. Enakan aku duduk – duduk dulu. (duduk di sebuah batu)

Batu : (bergerak – gerak)wadow … sakit tau ! (Sambil marah-marah).Bau lagi! Kentut ya? (sambil menutup hidung)

Tukang Batu : (Terkejut dan takut) Maaf, dikit. Lho, batu kok bisa ngomong ?

Batu : ini kan Cuma drama  Tukang Batu : O……. 

Batu : Awas ! (mengancam dan mengacung – acungkan kepalanya) (Tukang batu pun ketakutan lalu melihat-lihat sekeliling, mencari tempat untuk bersandar. Kemudian dia melihat  pohon dibelakangnya)

Tukang Batu : kebetulan ada pohon. Bisa bersandar nih!

Pohon : aduuuuuuuuuh.. hati – hati dong, lecet neh.

Tukang Batu : (Terkejut) Lho kok pohon juga bisa ngomong?

Pohon : Wah menghina ya. Aku adalah pohon ajaib. Aku bisa melakukan apa saja. Bahkan aku bisa menyanyi dan menari (menyombongkan diri)  Tukang

Batu : masak sih ? (pertama –tama pohon menyanyi seriosa dan tukang batupun menutup kupingnya karena suara  pohon yang melengking dan jelek. Lalu mulai menari. Setelah selesai, tukang batu hanya bisa terkejut)

Tukang Batu : Wah… pohon yang aneh. (menggeleng-gelengkan kepala sambil pergi meninggalkan pohon itu)

Babak 2
Narator : (ketika narator masuk, semua menjadi patung dengan gaya yang aneh). Lalu datanglah sebuah matahari yang sinarnya sangat panas menyengat. 

Tukang Batu : wah….. panas sekali ya! (sambil sesekali mengipasi dirinya. Lalu mengusap keringatnya dengan sapu tanggan nya dan tidak sengaja memerasnya di sebelah batu)

Batu : Wadooooooooooooooooooow ! hei, jangan disini dong tukan batu! Uda keringatnya bau asem lagi. (sambil menutup hidung)

Tukang Batu : (Terkejut) maaf. Eh emangnya batu punya hidung ya?

Batu : idiiiiiiih . sebel deh . ini kan Cuma bo’ong-boongan tau !

Tukang batu : (Pergi menjauh )Pemarah sekali si batu itu . tapi memang panas sekal. Ini pasti karena si matahari itu.

Matahari : Ha….ha…ha. ya aku yang menyebabkan panas ini.. ha….. ha…ha (Logat batak)

Tukang Batu : (menutup hidung karena bau) wah, enak sekali ya menjadi matahari. Bisa member panas tapi dia sendiri tidak kepanasan.

Matahari : iya dong. Aku gitu loh (sambil bergaya fungky) 

Tukang Batu : (berfikir lalau dapat ide). Hmmmmmm matahari, bagaimana kalau kita bertukar tempat saja. Aku menjadi matahari, dan kamu menjadi Tukang Batu. Bagaimana?

Matahari : (Tampak berfikir). Bagaimana ya? Baiklah, tapi ada syaratnya?  Tukang

Batu : apa syaratnya? (penasaran) 

Matahari : Kau harus member aku sepiring nasi dengan lauknya. Bagaimana? Hahahahaha…  Tukang

Batu :  Itu sih gampang.  Matahari : eiiitt tunggu dulu. Sepiring nasi dengan lauk sate,gulai,soto,ayam goring,ayam bakar,ikan gurami,capcai,telor dadar, telor mata sapi yang melirik ke kiri. Ok? 

Tukang Batu : haaaa! (terkejut) banyak sekali! Tapi baiklah. Sebentar ya! (Tukang Batu pulang ke rumahnya untuk mengambil makanan yang di minta matahari, sedangkan matahari sudah lapar dan ingin segera mencicipi masakan tersebut. Tak lama kemudian Tukang Batu masuk sambil membawa masakan yang dijanjikannya)

Tukang Batu : nih !

Matahari : bah! Dimana pula sambal terasinya?

Tukang Batu : sambal terasi?  Tadi kan kamu tidak minta?

Matahari : wah-wah-wah… hei penonton, enak gak klo kita makan tanpa sambal terasi? (Tanya ke penonton). Nah, dengar tidak, semua orang setuju kalau tanpa sambal, makanan kita jadi tidak enak.

(Dengan terpaksa, tukang batu membuat sambal di atas batu)
Batu : Wadooooooooow. Aduh. Kamu lagi, kamu lagi. Seneng pula kau menggangu aku. Liat nih gara-gara kamu…. Kepalaku jadi benzol-benzol. Lho kok aku jadi logat batak juga sih (marah-marah sambil menunjukan kepalanya yang benjol)

Tukang Batu : maaf…  Batu : Awas  ya! (Lalu mereka berdua berganti kostum, dan naratorpun masuk)

Babak 3
Narator : akhirnya tukang batu itupun menjadi sebuah matahari. Dan si matahari berubah menjadi seorang tukang batu. Haaa…haa…ha,,

Matahari : Maaf bu. Itu kan ketawa aku. Kok ibu zadi ikut-ikutan ketawa seperti itu.

Narator : (malu) Maaf… (lalu pergi)  Tukang Batu : Asyiiiiiiik! Ahirnya aku menjadi matahari.

Batu : Wadoooow. Jangan dekat-dekat dong! panas sekali! jauh-jauh sana! Awas! (tukang batupun takut dan menjauh ke arah  pohon)

Pohon : Hei… pergi sana… jangan dekat-dekat. Panas nih. Kalau tidak Ciaatt (berpose silat, meniru gaya hewan : elang menyambar, ular mencaplok, dan harimau mencengkram)

Tuakang Batu : iya……iya. Dasar batu dan pohon-pohon pemarah. Ah sudahlah. Tapi enak sekali menjadi matahari. (Lalu datanglah sebuah awan hitam, yang terus mengejar matahari dan berdiri di depannya. Tukang batupun jengkel) 

Tuakang Batu : Hei…. Awan hitam. Panggungnya kan masih luas. Kenapa sih, selalu ada di depanku?

Awan Hitam : Hei matahari, kamu tidak tahu siapa aku ya?. Aku ini awan hitam. Sebentar lagi, aku akan menurunkan hujan. Makanya kamu harus sembunyi dulu.

Tukang Batu : O………. Begitu ya? 

Awan Hitam : Iya. Masak tidak tau sih (Tukang batu menggeleng-geleng)

Tukang Batu : (Berfikir) wah enak dong menjadi awan hitam (Berkata dengan dirinya sendiri). Eh awan hitam, mau tukaran tempat tidak. Aku menjadi awan hitam dan kamu menjadi matahari. Bagaimana? (ketika awan hitam sedang berfikir, tiba-tiba narator datang)  Awan

Hitam : Bu narator, kok sudah muncul sih. Kan belum waktunya? 

Narator : lho iya ya? Wah bilang dong dari tadi, kalau belum saatnya muncul. Maaf para penonton. Kalian sih, jadi malu nih. (marah-marah sambil menyalakan mereka berdua)  Tukang Batu : bagaimana?

Awan Hitam : Hmmmmmmm…. (mengeleng-geleng smabil berfikir) baiklah, tapi ada syaratnya?

Tukang Batu : (menggeleng-geleng sambil menghela nafas) apa syaratnya ?

Awan Hitam : Mudah… yaitu mobil mewah dan rumah mewah.

Tukang Batu : (terkejut) wah itu sih susah. Eh… tapi tunggu dulu. (Tukang Batu masuk ke dalam. Lalu keluar lagi sambil membawa mobil-mobilan dan rumah-rumahan). Bagaimana  kalau mobil-mobilan dan rumah-rumahan mewah? 

Awan Hitam : (terkejut) apa! (mengeleng-geleng) baiklah. Terpaksa! (lalu mereka bertukar tempat,tiba-tiba datang ibu narator. Semua menjadi patung. Tapi ibu narator lama tidak ngomong-ngomong) 

Batu : Bu…. Ibu narator. Kok tidak ngomong-ngomong ya?

Narator : siapa bilang saya mau ngomong. Saya kan Cuma mau nampang doing. (sambil melambai-lambaikan tangan ke penonton) Semua Personil : Huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu…..! 

Narator : kenapa sih sirik aja. Memangnya tidak boleh. (pergi sambil ngomel-ngomel)

Tukang Batu : asyiiik. Sekarang aku menjadi awan hitam. Aku bisa menutup-nutupi matahari. Oh ya, aku juga bisa membuat hujan yang sanggat lebat. Ha…..ha….ha… (tiba-tiba matahari yang menjadi tukang batu datang)

Matahari : he..he…  itu kan ketawa aku 

Tukang Batu : maaf. Wah sekarang aku mau menurunkan hujan yang sangat lebat. Wuuuuuuuuuuuuus (sambil menendang-nendang tumbuhan kecil. Lalu datang seseorang yang tertarik angin. Trus datang lagi orang berpayung, yang payungnya sampai rusak,menghadap ke atas)

Tukang Batu : asyiiik. Aku berkuasa sekarang.

Tukang Batu : ha………..(tiba-tiba ingat matahari yang marah bila ketawanya ditirukan). Ups. (tiba-tiba tukang batu heran melihat batu yang tidak bergeser sedikitpun). Hai, batu. Kok kamu tidak rusak sedikitpun?

Batu : Hai… awan hitam? Mikir dong! Aku kan Batu. Liat aku sangat kuat. (sambil memamerkan ototnya). Jadi aku tidak akan rusak.

Tukang Batu : o…….. begitu ya. (berfikir). Hmmmm.. ngomong-ngomong batu, mau tidak kita tukaran tempat?

Batu : Apa! (berteriak keras). Kamu fikir aku bodoh ya, bisa kamu suap seperti si matahari dan awan hitam.

Tukang Batu : Ayolah! Apapun syaratnya, aku akan penuhi! (sambil ketakutan) 

Batu : tidak! (masih marah dan berteriak) enak saja!

Tukang Batu :Please!  Batu : Tidak 

Tukang Batu : He, mau tidak? (marah sambil mencengkeram kerah baju si batu) (Si batupun ketakutan)

Batu : eh.. iya deh kalau begitu. Jangan marah dong! Gitu saja marah! (merayu si tukang batu). Nih! (menyerahkan kostumnya)

Tukang Batu : sana pergi! Awas ya kembali lagi! (mengancam batu. Batupun ketakutan dan berlari). Asyiiik. Kasihan deh lo si batu,makanya jadi orang jangan galak-galak. Sekarang aku menjadi batu yang perkasa. (Tak lama kemudian datanglah, si tukang batu yang sebenarnya si matahari)

Matahari : ha…….ha…..ha… bah hari yang sangat cerah untuk memulai pekerjaanku sebagai tukang batu. Kebetulan ada sebuah batu disini. (matahari mulai memukul-mukulkan palunya)  Tukang

Batu : aduuuuuuh. Matahari…… kenapa memukul aku?

Matahari : bah…. macam pula kau ini. Aku kan seorang tukang batu. Zadi pekerjaanku ya memecah batu.

Tukang Batu : O……………. tapi aku mati dong!

Matahari : ya……. Terserah kaulah. Siapa suruh zadi batu. (mulai memukul lagi) 

Tukang Batu : Tunggu….! Aku mau jadi tukang batu lagi kalau begitu. Tukeran ya?

Matahari : Tidak mau ! (terus memukul-mukul)

Tukang Batu : tolong…..tolong…..tolong…. ibu narator kemana sih? Bu…. Ibu narator! 

Matahari : ha……..ha…….ha (Lama kemudian ibu narator datang sambil makan)

Tukang Batu : Bu…. Lama sekali sih. Tutup acaranya dong. Saya di pukulin terus nih!tolong!

Narator : (sambil tetap makan) iyaaaaaaa… cerewet amat sih, siapa suruh gak puas jadi diri sendiri. Makanya jadilah dirimu sendiri. Percaya diri dong! Baiklah para penonton, begitulah akhir cerita kita hari ini. Hikmah yang bisa kita ambil, janganlah kita meniru si tukang batu yang selalu mengeluh, pemalas dan selau tidak puas dengan dirinya sendiri. Sampai jumpa di cerita selanjutnya.

Dialog Bahasa Jepang

Dialog Bahasa Jepang
Materi : JIKO SHOUKAI

Kelompok 1
Disusun Oleh :
Adha Dai Mustafa
Adinda Nur Safitri
Alvidi Eka Utama
Amalia Fajri Wijaya

Kelas : XII IPS 6

SMAN 2 KOTA SERANG
TAHUN AJARAN 2014 -2015

KAIWA

Took.....took…..took Shite shimasu
Dai : Alvidi, obaasan tadaimasu !!!
Alvidi : Dai san okaerinasai
Amalia : Douzo haitte kudasai
*Masuk kedalam ruangan*

Dinda : Anata wa dare desuka?
Alvidi :Kochira wa Dai san desu, anata tachi no itoko desu
Dai : Hai, sou desu
*semuanya berdiri untuk berkenalan*

Amalia : Hajime mashite, watashi wa Amalia desu. Douzo yoroshiku !!
Dinda : Hajime mashite, watashi wa Dinda desu. Douzo yoroshiku !!
Dai : Douzo yoroshiku !!
Dinda : Douzo okake kudasai
Dai : Arigatou gozaimasu
*Semuanya duduk*

Alvidi : Dai san wa Indonesia jin desu ka?
Amalia : Otaku wa dochira desu ka?
Dai : Jakarta desu. Oshigoto wa nan desu ka? Amalia, Dinda?
Dinda : Watashi wa seito desu
Amalia : Watashi wa seito desu
Amalia : Chotto matte kudasai
*Amalia pergi ke dapur untuk mengambil makanan*

Dinda : Sumimasen denwa bango wa nanban desu ka?
Dai : Hai, 087809324969
Dinda : Arigatou gozaimasu
*Amalia datang sambil membawa makanan*

Amalia : Omataseshimashita
Alvidi : Itadakimasu !!
Dai : Itadakimasu !!
Dinda : Itadakimasu !!
Dai : Oishii desu, watashi wa kuuki ga suki desu
Alvidi : Hai, sou desu
Dinda : Oishii
Amalia : Arigatou mina san
Alvidi : Dai san no shumi wa nan desu ka?
Dai : Watashi no shumi eiga o miru koto desu
Amalia : Tomodachi to eiga o mimasu ka?
Dai : Hai, sou desu
Alividi: Watashi no shumi wa sakka o suru koto desu
Dinda : Watashi no shumi wa tegami o kaku koto desu
Alvidi : Hontou desu ka? Tegami o kaku ga dekimsu ka?
Amalia : Hai hontou desu
Alvidi : Ii desu ne
Dinda : Arigatou gozaimasu

Sejarah Viking Vs Jakmania

Assalamu ‘alaikum…
Salam satu jiwa…
Sejarah Viking Vs Jakmania ?

Dari tahun 1985 sampai 1995 adalah masa kejayaan Persib.
Sementara Viking berdiri tahun 1993.
Viking selalu setia mendukung Persib si maung Bandung. Dimana pun Persib bermain, disana pasti ada Viking. Termasuk ketika main di Jakarta pada saat itu.
Semua menjadi lautan biru. Dan inilah yang membuat anak Jakarta Iri pada kekompakan Viking Bandung selain kejayaan Persib kala itu.
Kesetiaan Viking membuat hati Jakmania Panas dan Iri.
Pada saat itu muda mudi betawi mampu membentuk kelompok supporter yang bernama Persija Fans Club. Walaupun begitu, kedengkian mereka semakin menjadi - jadi.
Hingga terjadi insiden di Stadion Menteng, saat Persija menjamu Persib pada Liga Indonesia ke 2.
Para Viking Bandung membirukan Ibu Kota dgn 9000 Lebih serdadu nya. Sementara Persija Fans Club  hanya 1000 orang.
Rupanya bocah betawi tak rela kandang nya dikuasai supporter Viking Bandung. Mereka berbuat ulah seakan lupa bahwa jumlah mereka hanya 10% dari jumlah anak-anak Viking.
Sampai sampai mereka kena batu nya dan hanya mendapat 1 tribun VIP. Selain itu anak anak Jakmania (kala itu masih bernama Persija Fans Club) membuat onar ketika didalam stadion.
Alhasil para Viking pun marah dan melempari mereka dengan hujan batu kea rah Jakmania yang sedang menonton.
Hal ini perlu digaris bawahi, karena Viking berani melakukan ini di Jakarta, yang tidak mungkin dilakukan Jakmania di Kota Kembang.
Pada tahun 1997 anak2 betawi ikut2an membuat komunitas yang diberi nama Jakmania. Kala itu kebodohan Jakmania terekspos ke seluruh Negeri. Mereka tak berdaya menghadapi Viking dalam kuis “Siapa Berani - Indosiar” yang menguji wawasan dan kemampuan berpikir. Dalam edisi supporter sepak bola, yang menghadirkan Viking, The Jak, Pasopati, Arema dan ASI (Asumsi Suporter Indonesia).
Pemenangnya mendapatkan hadiah 10 juta.
Seperti biasa, Anak2 the Jak Iri dikalahkan di kotanya sendiri.
Ketika itu Jakmania di pimpin oleh Ferry Indra Syarif memukul seorang Viker’s yang menjadi pemenang kuis. Sungguh perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang ketua. “Ketuanya saja seperti itu apalagi anak buahnya”.
Kejadian tersebut terjadi di kantin Indosiar ketika pemberian hadiah keributan pun sempat terjadi tapi dapat di cegah dan diatasi.
Kesirikan the Jak tak berhenti disitu, mereka menghadang rombongan Viking yang akan pulang ke Bandung. Tepatnya di depan pintu tol Tomang.
Kala itu Viking yang berjumlah 60 orang pulang dengan menggunakan 2 mobil mitsubisi colt milik Indosiar dan 1 Mobil Dalmas milik Kepolisian.
Ketiga mobil ini dihadang sebuah mobil Carry abu-abu. 2 mobil yang ditumpangi Viking lolos, namun sangat Naas dan sial, 1 mobil colt mitsubisi yang ditumpangi anggota Viking tertangkap gerombolan Jakmania.
The Jak merusak mobil itu, anak2 Vikingnya pun disiksa, dan uang hadiah serta handphone anak@ Viking pun di rampas. Tidak luput dari itu Dompet nya pun di ambil.
Tercatat dari insiden itu, 9 orang terluka. Dan tiga diantaranya terluka parah dalam keadaan kritis. Namun sayangnya pihak Kepolisian Jakarta sangat lambat dalam menangani insiden perampokan itu.
Karena kejadian itu permusuhan antara Viking dan Jakmania berlanjut.
Viking yang bersahabat akrab dengan supporter sepak bola antara lain Bonek, Sakera, Blue Devil, the Lobster, Persik Mania, Kampak FC, dll. Tidak berbesar kepala, Viking akan tetap menjaga persahabatan itu sampai kapan pun. Karena sampai kapanpun kita satu hati dan satu nyali.
Wassalamu ‘alaikum…
The Jak 🐶!!!

Minggu, 02 Oktober 2016

Teori Belajar #Part2

Ok artikel yang ini menyambung dari yang kemarin ya. Masih membahas tentang teori belajar. Mengapa kita harus mengetahui teori belajar karena sebagai seorang guru atau calon guru bisa melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik dan efektif.
#TeoriBelajar #Part2

●Teori dari R. Gagne
Terhadap masalah belajar, Gagne memberikan dua definisi, yaitu :
Belajar ialah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku
Belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh dari instruksi
Mulai bayi manusia mengadakan interaksi denga lingkungan, tetapi ia baru dalam bentuk “sensori-moto coordination”. Kemudian ia mulai belajar berbiacra dan menggunakan bahasa. Kesanggupan untuk menggunakan bahasa inipenting artinya untum belajar.
Tugas pertama yang dilakukan anak ialah meneruskan “sosialisasi” dengan anak lain, atau orang deawasa, tanpa pertentangan bahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan keramahan dan konsiderasi pada anak itu.
Tugas kedua ialah belajar menggunakan simbol-simbol yang menyatakan keadaan sekelilingnya, seperti : gambar, huruf, angka, diagram dan sebgainya. Ini adlah tugas intelektual (membaca, menulis, berhitung dan sebagainya). Bila anak sekolah sudah dapat melakukan tugas ini, berarti dai sudah mampu belajar banyak hal adri yang mudah sampai yang amat kompleks.
Gagne mengatakn pula bahwa segala sesuatu yang dipelajatri oleh manusia dapat dibagi menjadi 5 kategori, yang disebut “the domains of learning” yaitu :
Keterampilan motoris (motor skill)
Dalam hal ini perlu koordinasi dari bebrbagai gerakan baddan, mislanya melempar bola, main tenis, mengemudi mobil, mengetik huruf R.M, dan sebagainya)
Informasi verbal
Orang dapat menjelaskan sesuatu dengan berbicara, menulis, menggambar, dalam hal ini dapat dimengerti bahwa untuk mengatakan sesuatu ini perlu intelegensi
Kemampuan intelektual
Manusia mengatakan interaksi dunia luar dengan menggunakan simbol-simbol. Kemapuan belajar cara inilah yang disebut “kemampuan intelektual”, misalnya membedakan huruf m dan n, menyebut tanaman yang sejenis.
Startegi kognitif
Ini merupakan organisasi keterampilan yang internal (initernal organized skill) yang perlu untuk belajar mengingat dan berpikir. Kemampuan ini berbeda dengan kemampuan intelektual, karena ditujukan ke dunia luar, dan tidak dapat dipelajari hanya dengan berbuat satu kali serta memerlukan perbaikan-perbaikan secara terus-menerus.
Sikap
Kemampuan ini tak dapat dipelajari dengan ulangan-ulangan, tidak tergantung atau dipengaruhi oleh hubungan verbal seperti halnya domain yang lain. Sikap ini penting dalam proses belajar, tanpa kemampuan ini belajar tak akan berhasil dengan baik.

●Teori Thorndike Teori belajar stimulus-respon yang dikemukakan oleh Thorndike disebut juga dengan koneksionisme. Teori ini menyatakan bahwa pada hakikatnya belajar merupakan proses pembentukkan hubungan antara stimulus dan respon. Terdapat beberapa dalil atau hukum kesiapan (lawofreadiness), hukum latihan(lawofexercise) dan hukum akibat(lawofeffect).

●Teori Skinner Burhus Frederic Skinner menyatakan bahwa ganjaran atau penguatan mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses belajar. Ganjaran merupakan respon yang sifatnya menggembirakan dan merupakan tingkah laku yang sifatnya subjektif. Pengutan merupakan sesuatu yang mengakibatkan meningkatnya kemungkinan suatu respon dan lebih mengarah kepada hal-hal yang sifatnya dapat diamati dan diukur.

Dalam teori Skinner dinyatakan bahwa penguatan terdiri atas penguatan positif dan penguatan negatif.Contoh penguatan positif diantaranya adalah pujian yang diberikan pada anak setelah berhasil menyelesaikan tugas dan sikap guru yang bergembira pada saat anak menjawab pertanyaan.
Skiner menambahkan bahwa jika respon siswa baik(menunjang efektivitas pencapaian tujuan)harus segera diberi penguatan positif agar respon tersebut lebih baik lagi,atau minimalnya perbuatan baik itu dipertahankan.

●Teori Ausubel Teori ini terkenal dengan belajar bermaknanya dan pentingnya pengulangan sebelum belajar dimulai. Bahan pelajaran akan lebih mudah dipahami jika bahan itu dirasakan bermakna bagi siswa. Kebermaknaan: sesuai dengan struktur kognitif, sesuai struktur keilmuan, memuat keterkaitan. Seluruh bahan (ihtisar/resume/rangkuman/ringkasan/bahan/peta)‏. Peta konsep adalah bagan / struktur tentang keterkaitan seluruh konsep secara terpadu / terorganisir (herarkhis, distributive/menyebar)‏.
Ausubel membedakan antara belajar menemukan dan belajar menerima.Dalam belajar menerima siswa hanya menerima dan tinggal meghapalkan materi.Sedangkan pada belajar menemukan,siswa tidak menerima pelajaran begitu saja,tetapi konsep ditemukan oleh siswa. Belajar bermakna lebih dilakukan dengan metode penemuan (discovery). Namun demikian, metode ceramah (ekspositori) bisa juga menjadi belajar bermakna jika berlajarnya dikaitkan dengan permasalahan kehidupan sehari-hari, tidak hanya sampai pada tahap hapalan; bahan pelajaran harus cocok dengan kemampuan siswa dan sesuai dengan struktur kognitif siswa.

●Teori Pavlov Pavlov mengemukakan konsep pembiasaan(conditioning). Dalam kegiatan belajar, agar siswa belajar dengan baik maka harus dibiasakan. Misalnya, agar siswa mengerjakan Pekerjaan Rumah dengan baik, biasakanlah dengan memeriksanya, menjelaskannya, atau member nilai terhadap hasil pekerjaannya.

●Teori baruda (Belajar dengan Meniru) Baruda melihat juga adanya kelemahan dalam teori Skinner, yaitu bahwa respon yang diberikan siswa yang kemudian diberi penguatan tidaklah esensial, menurutnya yang eseinsial adalah bahwa seseorang akan belajar dengan baik melalui peniruan, melalui apa yang dilihatnya dari seseorng, tayangan, dll yang menjadi model untuk ditiru. Pengertian meniru ini bukan berarti mencontek,tetapi meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang lain,terutama guru.

Jika tulisan guru baik, guru berbicara sopan santun dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar,tingkah laku yang terpuji,menerangkan dengan jelas dan sistematik,maka siswa akan menirunya. Jika contoh-contoh yang dilihatnya kurang baik iapun menirunya.Dengan demikian guru harus menjadi manusia model yang professional.

●Teori belajar W. Brownell Brownell mengemukakan bahwa belajar matematika merupakan belajar bermakna dan pengertian hal ini sesuai dengan teori Gestalt yang menyatakan bahwa latihan hafal atau drill sangat penting dalam kegiatan pembelajaran yang diterapkan setelah tertanamnya pengertian (Ruseffendi, 1993: 117).

●Teori Dienes (Joyfull Learning) Zoltan P.Dienes adalah seorang matematikawan yang memfokuskan perhatiannya pada cara pengajaran.Dienes menekankan bahwa dalam pembelajaran sebaiknya dikembangkan suatu proses pembelajaran yang menarik sehingga bisa meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran matematika.

●Teori Polya Pemecahan masalah merupakan aktivitas intelektual yang paling tinggi. Pemecahan masalah harus didasarkan atas adanya kesesuaian dengan struktur kognitif yang dimiliki siswa, supaya tidak terjadi stagnasi.

Tahapan pemecahan masalah:
~Memahami masalah
~Membuat rencana/cara penyelesaian masalah
~Menjalankan rencana/menyelesaikan masalah
~Melihat kembali/recek.

●Teori Van Hiele Tahap perkembangan siswa dalam memahami geometri:
1. Pengenalan
2. Analisis
3. Pengurutan
4. Deduksi
5. Keakuratan (rigor)
Menurut Van Hiele ada tiga unsure dalam pengajaran matematika yaitu waktu,materi pengajaran danmetode pengajaran,jika ketiganya ditata secara terpadu maka akan terjadi peningkatan kemampuan berfikir anak kepada tingkatan berfikir lebih tinggi.

●John Dewey (CTL)
Mengkaitkan bahan pelajaran dengan situasi dunia nyata
Mendorong siswa menghubungkan yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari, pengalaman sesungguhnya dan penerapannya / manfaatnya
Strategi: authentic, inkuiri, praktek kerja, pemecahan masalah

Aliran latihan mental Otak diibaratkan seperti otot, jika ingin kuat harus sering dilatih, makin keras dan sulit latihannya akan lebih baik hasilnya.

●Teori Tollman Sesungguhnya, pada tahun 1930 pakar psikologi AS Edward C. Tolman sudah meneliti proses kognitif dalam belajar dengan penelitian eksperimen bagaimana tikus belajar mencari jalan melintasi maze (teka-teki berupa jalan yang ruwet). Ia menemukan bukti bahwa tikus-tikus percobaannya membentuk “peta kognitif” (atau peta mental) bahkan pada awal eksperimen, namun tidak menampakakan hasil belajarnya sampai mereka menerima penguatan untuk menyelesaikan jalannya melintasi maze—suatu fenomena yang disebutnya latent learning atau belajar latent. Eksperimen Tolman. Menunjukkan bahwa belajar adalah lebih dari sekedar memperkuat respons melalui penguatan.

●Teori Clark Hull Clark Hull mengemukaan konsep pokok teorinya yang sangat dipengaruhi oleh teori evolusi. Menurutnya tingkah laku seseorang berfungsi untuk menjaga kelangsungan hidup.

●Teori Bloom dan Krathwohl Teori Bloom dan Krathwohl mengemukakan tiga hal yang bisa dikuasai oleh siswa, meliputi: ranah kognitif, ranah psikomotor dan ranah Afektif. Tiga ranah itu tercakup dalam teori yang lebih dikenal sebagai Taksonomi Bloom.
Teori Kolb Kolb membagi tahapan belajar ke dalam empat tahapan, yaitu:
~Pengalaman konkret
~Pengamatan aktif dan reflektif
~Konseptualisasi
~Eksperimentasi aktif

●Teori Habermas Habermas berpendapat bahwa belajar sangat dipengaruhi oleh interaksi, baik dengan lingkungan maupun dengan sesama manusia. Lebih lanjut ia mengelompokkan tipe belajar menjadi tiga bagian, yaitu:
a. Belajar teknis
b. Belajar praktis
c. Belajar emansipatoris

●Teori Landa Menurut Landa ada dua proses berpikir. Pertama disebut proses berpikir algoritmik, yaitu proses berpikir linier, konvergen, lurus menuju ke satu sasaran. Jenis kedua adalah cara berpikir heuristik, yakni cara berpikir divergen menuju ke beberapa sasaran sekaligus.

●Teori Pask dan Scott Pask dan Scott juga membagi proses berpikir manjadi dua macam. Pertama pendekatan serialis yang menyerupai pendekatan algoritmik yang dikemukakan Landa. Jenis kedua adalah cara berpikir menyeluruh yaitu berpikir yang cenderung melompat ke depan, langsung ke gambaran lengkap sebuah sistem informasi.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Teori Belajar #Part1

Dalam artikel kali ini, saya akan membahas mengenai apa itu teori belajar?
Dan ada juga menurut para ahli yang mengunkapkan apa itu teori belajar
#TeoriBelajar #Part1

Pengertian Teori Belajar

Belajar ialah suatu proses yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Teori belajar atau teori perkembangan mental menurut Ruseffendi (1988) adalah berisi uraian tentang apa yang terjadi dan apa yang diharapkan terjadi terhadap mental peserta didik. Sementara itu, pengertian tentang belajar itu sendiri berbeda-beda menurut teori belajar yang dianut seseorang. Menurut pandangan modern menganggap bahwa belajar merupakan kegiatan mental seseorang sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Perubahan tersebut dapat dilihat ketika siswa memperlihatkan tingkah laku baru, yang berbeda dari tingkah laku sebelumnya. Selain itu, perubahan tingkah laku tersebut dapat dilihat ketika seseorang memberi respons yang baru pada situasi yang baru (Gledler, 1986). Hudoyo (1998) menyatakan bahwa belajar adalah kegiatan yang berlangsung dalam mental seseorang, sehingga terjadi perubahan tingkah laku, di mana perubahan tingkah laku tersebut bergantung kepada pengalaman seseorang.

Teori teori belajar
Dalam pembelajaran matematika terdapat beberapa teori belajar dalam pembelajarannya, yaitu :

●Teori Gestatalt
Teori ini dikemukaan oleh koffa dan kohler dari Jerman yang sekrang menjadi tenar di seluruh dunia. Hukum yang berlaku pada pengamatan adalah sama dengan hukum dalam belajar, yaitu :
Gestalt mempunyai sesuatu yang melebihi jumlah unsur-unsurnya
Gestalt timbul lebih dahulu daripada bagian-bagiannya
Jadi dalam belajar yang penting adalah adanya penyesuaian pertama yaitu memperoleh respons tepat untuk memecahkan problem yang dihadapi. Gestalt menyatakan bahwa penguasaan akan diperoleh apabila ada prasyarat dan latihan hafal atau drill yang diulang-ulang sehingga tidak mengherankan jika ada topik-topik di tata secara urut seperti perkalian bilangan cacah kurang dari sepuluh ( Rosseffendi,19993:115-116).
Tokoh aliran ini adalah John Dewey.Ia mengemukakan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh guru harus memperhatikan hal-hal berikut ini :

~ Penyajian konsep harus lebih mengutamakan pengertian
~ Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar harus memperhatikan kesiapan intelektual siswa
~ Mengatur suasana kelas agar siswa siap belajar

●Teori Belajar Mnurut J. Bruner
Kata Bruner bwlajat tidak untuk mengubah tingkah lau seseorang tetapi untuk mengubah kurikulum sekolah menjadi sedemikian rupa sehingga siswa dapat belajar lebih banyak dan mudah.
Sebab itu bruner mempunyai pendapat, alangkah baiknya bila sekolah dapat menyediakan bagi siswa untuk maju dengan cepat sesuai dengan kemampuan siswa dalam mata pelajaran tertentu. Di dalam proses belajar Bruner mementingkan partisipasi aktif adri setaiap siswa, dan mengenal dengan baik adanya perbedaan kemampuan. Untuk meningkatkan proses belajar perlu lingkungan yang dinamakan “discovery learning environment”, ialah lingkungan dimana siswa dapat melakukan eksplorasi, penemuan-penemuan baru yang belum dikenal atau pengertian yang mirip dengan yang sudah diketahui. Dalam tiap lingkungan selalu ada bermacam-macam masalah, hubungan-hubungan dan hambatan yang dihayati oleh siswa secara berbeda-beda pada usia yang berbeda pula. Dalam lingkungan banyak beda pada usia yang berbeda pula. Dalam lingkungan banyak hal yang dapat dipelajari siswa, hal dimana dapat di golonglan menjadi :

1. Enactive : seperti beelajar naik sepeda, yang harus didahului dengan bermacam-macam keterampilan motorik
2. Iconic : Seperti mengenal jalan ayng menuju ke pasar, mengingat dimana bukunya yang penting diketakkan
3. Symbolic : seperti menggunakan kata-kata, menggunakan formula

Dalam belajar guru perlu memperhatikan 4 hal berikut ini :
1. Mengusahakan agar setiap siswa berpartisipasi aktif, minatnya perlu ditingkatkan, kemudian perlu dibimbing untuk mencapai tujuan tertentu
2. Menganalisis struktur materi yang akan diajarkan, dan juga perlu disajikan secra sederhana sehingga mudah dimengerti oleh siswa
3. Menganalisis sequence. Guru mengajar, berarti membimbing siswa melalui urutan pernyataan-pernyataan dari suatu maslah, sehingga siswa memperoleh pengertian dan dapat men-transfer  apa yang sedang dipelajari
4. Memebri reinforcement  dan umpan balik (feed-back). Penguatan yang optimal terjadi pada waktu ssiwa mengetahui bahwa “ia menemukan jawabannya”

●Teori Belajar dari Piaget
Pendapat piaget mengenai perkembangan proses belajar pada anak-anak adalah sebagai berikut :
Anak mempunyai struktur mental yang berbeda dengan orang dewasa. Mereka bukan merupakan orang dewasa dalam bentuk kecil, mereka mempunyai cara yang khas untuk menyatakan kenyataan dan untuk menghayati dunia sekitarnya. Maka memerlukan pelayanan tersendiri dalam belajar.
Perkembangan mental pada anak melalui tahap-tahap tertentu, meurut suatu urutan yang sama bagi semua anak
Walaupun berlangsungnya tap-tahap perkembangan itu memalui suatu urutan tertentu, tetapi jangka waktu untuk berlatih dati suatu tahap ke tahap yang lain tidaklah selalu sama pada setiap anak.
Perkembanga mental pada anak dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu :
Kemaksaan
Pengalaman
Interaksi social
Equilibration (proses dari ketiga factor di atas bersama-sama untuk membangun dan memperbaiki struktur mental).
Ada beberapa tahap dalam perkembangan kognnitif, yaitu :
a. Tahap Sensori Motor (sejak lahir sampai dengan 2 tahun) Bagi anak yang berada pada tahap ini,pengalaman diperoleh melalui perbuatan fisik(gerakan anggota tubuh)dan sensori(koordinasi alat indra).

b. Tahap Pra Operasi(2 tahun sampai dengan7 tahun) Ini merupakan tahap persiapan untuk pengorganisasian operasi konkrit.Operasi konkrit adalahberupa tindakan- tindakan kognitif seperti mengklasifikasikan sekelompok objek,menata letak benda berdasarkan urutan tertentu,dan membilang.

c. Tahap Operasi Konkrit(7 tahunnsampai dengan11 tahun) Umumnya anak-anak pada tahap ini telah memahami konsep kekekalan, kemampuan mengklasifikasi, mampu memandang suatu objek dari sudut pandang yang berbeda secara objektif, dan mampu berfikir reversible.

d. Tahap Operasi Formal (11 tahun dannseterusnya) Tahap ini merupakantahap akhir dari perkembangan kognitif secara kualitas. Anak pada tahap ini sudah mampu malakukan penalaran dengan menggunakan hal-hal yang abstrak. Anak mampu bernalar tanpa harus berhadapan dengan objek atau peristiwanya langsung, dengan hanya menggunakan simbol-simbol, ide-ide, abstraksi dan generalisasi.