Selasa, 13 September 2016

Identitas Nasional

IDENTITAS NASIONAL
Identitas nasioanl berasal dari kata "national identity" yang dapat diartikan sebagai "Kepribadian Nasional" atau "Jati Diri Nasional". Jika di jabar secara perkata maka identitas dapat dimaknai sebagai ciri, tanda, atau jati diri sedangkan nasional dalam kontek ini adalah kebangsaan. Jadi Identitas Nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yanh secara filosofis membedakan antara bangsa yang satu dengan yang lain.

Jadi Identitas Nasional adalah sebuah kesatuan yang terkait dengan wilayah dan selalu memiliki wilayah (tanah tumpaj darah mereka sendiri), kesamaan sejarah, sistem hukum/perundang-undangan, hak, dan kewajiban serta pembagian kerja berdasarkan profesi.

Di era globalisasi ini begitu banyak tantangan yang di hadapi oleh berbagai negara, untuk mempertahankam jatidiri bangsa. Untuk menghadapi hal ini perlu adanya strategi untuk mempertahankan identitas nasional yang merupakan jatidiri bangsa yaitu di antaranya dengan mengembangkan nasionalisme, pemdidikan budaya dan bela negara.

Pancasila sebagai identitas nasional bangsa dan negara Indonesia karena istilah identitas nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Pancasila sebagai jatidiri bangsa Indonesia, nilai-nilainya sudah ada sejak zaman dahulu, adat istiadat, kebudayaan, religi, dan praktik kehidupan sehari-hari kemudian di kongkritkan atau di kaitkan kedalam sila-sila pancasila.
Jadi, nilai-nilai yang terkandung dalam sila pancasila pada setiap silanya merupakan nilai-nilai yang di dapatkan dari orang-orangnya itu sendiri, hal itulah yang menyebabkan identitas nasional bangsa dan negara berbeda-beda.

Belajar dan pembelajaran

A. Pengertian Belajar
Belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja dalam keadaan sadar untuk memperoleh konsep, pemahaman, atau pengetahuan baru sehingga memungkinkan seseorang terjadinya perubahan perilaku yang relatif tetap dalam berfikir, merasa, maupun dalam bertindak

B. Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar

C. Teori Belajar

  • Menurut teori belajar Piaget, bahwa perkembangan mental pada anak dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu :


  1. Kemaksaan
  2. Pengalaman
  3. Interkasi sosial
  4. Equilibrain (Proses dari ketiga factor di atas bersama-sama untuk membangun dan memperbaiki struktur mental)
Ada beberapa tahap dalam perkembangan kognitif, yaitu :
  1. Tahap Sensori Motor (0-2thn)
  2. Tahap Pra Operasional (2-7thn)
  3. Tahap Operasi Konkrit (7-11thn)
  4. Tahap Operasi Formal (11thn ke atas)
  • Menurut teori belajar R. Gagne, bahwa belajar adalah
  1. Suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, tingkah laku
  2. Penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh dari instruksi
Gagne juga berpendapat bahwa segala sesuatu yang dipelajari manusia dapat dibagi menjadi 5 kategori, yang disebut "the domains of learning" yaitu :
  1. Keterampilan Motoris (Motor Skill)
  2. Informasi Verbal
  3. Kemampuan Intelektual
  4. Strategi Kognitif
  5. Sikap

Kamis, 08 September 2016

Persoalan dalam filsafat

Persoalan Filsafat dikemukaan oleh seseorang ahli dari negara Jerman yang bernama Immanuel Kant. Beliau mengatakan bahwa persoalan filsafat terdiri dari 4 pokok pertanyaan yaitu :
  1. Apa yang saya harapkan? (What may I hope?)
  2. Apa yang dapat saya ketahui? (What can I know?)
  3. Apa yang seyogyanya saya lakukan? (What should I do?
  4. Apa/siapakah manusi itu? (What is man?)
Dalam hidup, manusia harus mempunyai tujuan. Manusia yang hidup tidak mempunyai tujuan maka hidupnya akan sia-sia. Atau dengan kata lain "Untuk apa hidup Mati saja".
Tujuan hidup manusia dapat kita ketahui melalui persoalan dalam pokok pertanyaan yaitu sebagai berikut :
  1. Menjadi orang yang benar. Mengapa demikian? Karena seorang manusia apabila ingin bahagia, sejahtera, senang maka harus di dasari dengan kebenaran.
  2.  Harus mempunayi banyak pengetahuan.
Yang tidak dapat kita ketahui yaitu :
  1. Rencana Allah seperti takdir (umur, jodoh, rezeki)
  2. Rencana Manusi seperti isi hati seseorang
Ciri dari manusia itu sendiuri adalah Konsisten (Ajeg) dan Fleksibel (Luwes)